TUGAS
KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN SAINS
RASIONALISASI
DARI MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
Tugas Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata
Kuliah Kapita Selekta Pendidikan Sains
Dosen pengampu : Prof. Drs. Sulistyo
Saputro, M.Si., Ph.D.
Disusun oleh :
Erny Rohmatus Sa’adah
(S831402029)
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN SAINS (S2)
FKIP
– UNS – SURAKARTA
2014
PENGEMBANGAN MEDIA
PEMBELAJARAN KIMIA BERBENTUK GAME EDUKASI BERBASIS PBL PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 PONOROGO TAHUN 2015
A.
PENDAHULUAN
Kimia merupakan salah satu cabang ilmu
sains yang materinya bersifat abstrak dan sulit untuk dipahami. Secara umum
ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam yang secara khusus
berkaitan dengan komposisi, struktur dan sifat, transformasi, dinamika dan
energetika suatu zat. Hal tersebut berkibat pada proses pembelajaran kimia yang
ada di sekolah. Pembelajaran kimia yang selama ini diajarkan di sekolah-sekolah
hanya menekankan pada pemberian konten materi (produk) dari kimia itu sendiri,
sehingga kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik hanya sebatas pada aspek
kogitifnya saja. Secara hakikat, kimia atau sains itu meliputi produk
(kognitif), proses (psikomotor), pembentukan sikap ilmiah (afektif), dan
aplikasi. Dalam pembelajaran sains, keempat aspek tersebut harus terpenuhi agar
peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan secara menyeluruh dan melek sains.
Banyak materi dalam kimia yang dapat
dihubungkan dengan kehidupan kita sehari-hari. Salah satu contoh materi kimia
yang dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari adalah materi kelarutan dan
hasil kali kelarutan. Materi ini merupakan suatu konsep kimia yang fenomenanya
dapat dilihat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan
konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan kita dapat menghilangkan ion-ion yang
merugikan yang terdapat dalam air sadah yang sangat merugikan bagi kehidupan
manusia.
B.
RASIONALISASI
DARI MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
1. Konsepnya
bersifat kompleks dan abstrak (hitungan dan konsep)
2. Mensyaratkan
beberapa materi sebelumnya di antaranya persamaan kimia, pH asam-basa, kelarutan
dan kesetimbangan kimia.
3. Banyak
ditemukan miskonsepsi
4. Berhubungan
erat dengan kehidupan sehari-hari
C.
PENJELASAN
DARI RASIONALISASI
1. Konsepnya
Bersifat Kompleks dan Abstrak (Hitungan dan Konsep)
Materi kelarutan dan hasil kali
kelarutan secara keseluruhan mempunyai beberapa sub materi, di antaranya adalah
konsep kelarutan, konsep hasil kali kelarutan, konsep pengaruh ion senama
terhadap kelarutan, konsep hubungan kelarutan dengan pH larutan, serta konsep
pengendapan. Konsep dari kelarutan dan hasil kali kelarutan sangat kompleks,
yaitu konsep satu dengan yang lain saling berhubungan. Ketika hendak
menjelaskan konsep yang terakhir (misalnya konsep pengendapan) maka terlebih
dahulu harus dipahami konsep-konsep sebelumnya. Misalnya ketika akan
mengeluarkan ion Ca2+ dalam air sadah, ion Ca2+ dapat
dikeluarkan dengan menambahkan larutan Na2CO3. Dalan hal
ini ion Ca2+ akan bergabung dengan ion CO32-
membentuk CaCO3 yang merupakan garam sukar larut, sehingga akan
dihasilkan suatu endapan. Jika ingin dihasilkan endapan CaCO3 maka
konsentrasi dari ion CO32- harus benar-benar
diperhitungkan supaya Qc (hasil kali konsentrasi) lebih besar dari harga Ksp
larutan. Maka mustahil akan dapat memahmi konsep pengendapan sebelum memahami
konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan.
Konsep kelarutan dan hasil kali
kelarutan juga cenderung bersifat abstrak sehingga dalam penyampaian konsepnya
harus benar-benar tepat agar peserta didik dapat memahami konsep secara
mendalam dan menyeluruh. Selain berisi konsep-konsep, materi kelarutan dan
hasil kali kelarutan juga berisi hitungan. Pemahaman konsep akan lebih dipahami
oleh peserta didik ketika disajikan beberapa perhitungan, sehingga konsep yang
bersifat abstrak tersebut menjadi tidak abstrak lagi. Tetapi perhitungan dalam
materi kelarutan dan hasil kali kelarutan tidak mungkin dapat diselesaikan jika
pemahaman konsep dari peserta didik belum mendalam dan menyeluruh.
2. Mensyaratkan
Beberapa Materi Sebelumnya, Di antaranya Persamaan Kimia, pH Asam-Basa, Kelarutan
dan Kesetimbangan Kimia.
Materi kelarutan dan hasil kali
kelarutan mensyaratkan beberapa materi sebelumnya seperti persamaan reaksi, pH
asam-basa, kelarutan dan kesetimbangan kimia. Jadi ketika mempelajari materi
ini peserta didik dituntut untuk ingat dan paham materi-materi yang sudah
disampaikan. Karena materi prasyaratnya cukup banyak, biasanya peserta didik
menjadi bingung dan sering terbolak-balik konsepnya.
Misalnya ketika akan menuliskan
persamaan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp), maka kemampuan dalam menyetarakan
persamaan reaksi kesetimbangannya harus tepat karena Ksp secara umum dinyatakan
sebagai perkalian konsentrasi ion-ionnya pangkat koefisien atau dapat ditulis:
Reaksi kesetimbangan : AxBy
(s)
xAy+ (aq) + yBx- (aq)
Tetapan hasil kali kelarutan : Ksp
= [ Ay+]x [Bx-]y
Selain itu tingkat keasaman larutan
(pH) juga mempengaruhi kelarutan dari berbagai jenis zat. Pemahaman tentang pH
juga dibutuhkan ketika memperkirakan kelarutan suatu zat. Umumnya suatu basa
akan mudah larut dalam larutan asam dan begitu juga sebaliknya. Misalnya
membandingkan kelarutan suatu senyawa Mg(OH)2 dalam akuades dan
larutan dengan pH = 12. Untuk perhitungan kelarutan Mg(OH)2 dalam
akuades pemahaman tentang hubungan kelarutan dan Ksp sangat dibutuhkan. Tetapi
ketika menentukan kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan dengan pH = 12,
maka pemahaman peserta didik untuk menentukan kembali konsentrasi dari ion OH-
dari pH = 12 sangat dibutuhkan.
3. Banyak
Ditemukan Kesulitan Pemahaman Konsep Pada Peserta Didik
Berdasarkan hasil wawancara
terhadap beberapa peserta didik, materi kelarutan dan hasil kali kelarutan
sebenarnya bukan materi yang sulit untuk dipelajari. Tetapi mereka mengakui
ketika sudah dihadapkan oleh beberapa soal tentang kelarutan, Ksp, atau
pengendapan mereka kesulitan dalam mengerjakannya. Menurut mereka tahapan awal
dalam penyelesaian soal membingungkan karena banyaknya konsep dalam materi
tersebut sehingga terkadang dalam penyelesaiannya peserta didik kurang
memperhatikan konsep yang ada. Hal ini membuktikan bahwa konsep-konsep yang ada
belum secara menyeluruh dan mendalam dipahami peserta didik.
Berdasarkan wawancara pada beberapa
guru kimia, mereka menyebutkan bahwa materi kelarutan dan hasil kali kelarutan
masih sulit dipahami oleh peserta didik. Peserta didik belum menguasai
konsep-konsep yang ada secara menyeluruh dan mendalam. Contohnya pada konsep
pengaruh ion senama terhadap kelarutan. Pada konsep kesetimbangan, ketika
produk ditambah konsentrasinya maka kesetimbangan akan bergeser ke arah
sebaliknya. Ketika diterapkan pada penambahan ion senama pada suatu larutan
garam, maka ion-ion garam yang berada pada posisi produk akan semakin bertambah
konsentrasinya. Akibatnya kesetimbangan akan bergeser ke arah sebaliknya atau
reaktan (asal garam). Reaktan dalam hal ini merupakan senyawa yang tak larut,
sehingga ketika kesetimbangan bergeser ke reaktan maka akan semakin memperkecil kelarutan. Tetapi pemahaman
peserta didik ketika kesetimbangan bergeser ke reaktan maka kelarutan reaktan
juga semakin besar.
4. Berhubungan
Erat Dengan Kehidupan Sehari-Hari
Materi kelarutan dan hasil kali
kelarutan berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya pada
peristiwa air sadah yang berhubungan dengan konsep pengendapan dan Ksp. Air
sadah sendiri merupakan air yang mengandung kation-kation dari logam alkali
tanah seperti Ca2+ dan Mg2+. Air yang bersifat sadah ini
akan meningkatkan konsumsi dari sabun yang digunakan ketika mencuci baju atau
mencuci piring. Hal ini dikarenakan adanya interaksi antara ion-ion penyebab
kesadahan tersebut dengan molekul-molekul sabun yang menyebabkan busa sabun dan
daya cucinya menurun. Selain itu, dampak yang lebih parah adalah ketika ion-ion
tersebut mengendap pada saat pemanasan sehingga menghasilkan kerak-kerak pada
alat pemanas seperti ketel uap, boiler, radiator, dan sebagainya. Hal tersebut
mengakibatkan pendingin kurang berfungsi dan pemanasan memerlukan bahan bakar
yang lebih banyak sehingga efisiensi akan menurun.
Upaya untuk mengurangi atau
menghilangkan kesadahan tersebut dapat dipelajari lewat konsep pengendapan
dalam materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Caranya dengan memanaskan
(jika kesadahan sementara) sehingga dihasilkan endapan ion kalsium atau ion
magnesium. Kalau kesadahannya tetap, maka perlu ditambahkan ion karbonat untuk
mengendapkan ion kalsium dan ion magnesium dimana ion kalsium dan ion magnesium
akan berikatan dengan ion karbonat membentuk endapan. Terjadinya endapan jika
nilai Qc > Ksp larutan.
D.
KESIMPULAN
Kimia merupakan salah satu cabang
ilmu sains yang materinya bersifat abstrak dan sulit untuk dipahami. Secara
umum ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam yang secara
khusus berkaitan dengan komposisi, struktur dan sifat, transformasi, dinamika
dan energetika suatu zat.
Banyak materi dalam kimia yang
dapat dihubungkan dengan kehidupan kita sehari-hari. Salah satu contoh materi
kimia yang dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari adalah materi kelarutan
dan hasil kali kelarutan.
Beberapa rasionalisasi dari materi
kelarutan dan hasil kali kelarutan adalah sebagai berikut:
1. Konsepnya
bersifat kompleks dan abstrak (hitungan dan konsep)
2. Mensyaratkan
beberapa materi sebelumnya di antaranya persamaan kimia, pH asam-basa, kelarutan
dan kesetimbangan kimia.
3. Banyak
ditemukan miskonsepsi
4. Berhubungan
erat dengan kehidupan sehari-hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar