Minggu, 22 November 2020

Kapita Selekta Pendidikan Sains (materi Ksp)

 

TUGAS KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN SAINS

 

RASIONALISASI DARI MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

 

 

Tugas Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kapita Selekta Pendidikan Sains

Dosen pengampu : Prof. Drs. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D.

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Erny Rohmatus Sa’adah

(S831402029)

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS (S2)

FKIP – UNS – SURAKARTA

2014

 

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA BERBENTUK GAME EDUKASI BERBASIS PBL PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 PONOROGO TAHUN 2015

 

A.     PENDAHULUAN

Kimia merupakan salah satu cabang ilmu sains yang materinya bersifat abstrak dan sulit untuk dipahami. Secara umum ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam yang secara khusus berkaitan dengan komposisi, struktur dan sifat, transformasi, dinamika dan energetika suatu zat. Hal tersebut berkibat pada proses pembelajaran kimia yang ada di sekolah. Pembelajaran kimia yang selama ini diajarkan di sekolah-sekolah hanya menekankan pada pemberian konten materi (produk) dari kimia itu sendiri, sehingga kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik hanya sebatas pada aspek kogitifnya saja. Secara hakikat, kimia atau sains itu meliputi produk (kognitif), proses (psikomotor), pembentukan sikap ilmiah (afektif), dan aplikasi. Dalam pembelajaran sains, keempat aspek tersebut harus terpenuhi agar peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan secara menyeluruh dan melek sains.

Banyak materi dalam kimia yang dapat dihubungkan dengan kehidupan kita sehari-hari. Salah satu contoh materi kimia yang dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari adalah materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Materi ini merupakan suatu konsep kimia yang fenomenanya dapat dilihat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan kita dapat menghilangkan ion-ion yang merugikan yang terdapat dalam air sadah yang sangat merugikan bagi kehidupan manusia. 

 

B.     RASIONALISASI DARI MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

1.      Konsepnya bersifat kompleks dan abstrak (hitungan dan konsep)

2.      Mensyaratkan beberapa materi sebelumnya di antaranya persamaan kimia, pH asam-basa, kelarutan dan kesetimbangan kimia.

3.      Banyak ditemukan miskonsepsi

4.      Berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari

C.     PENJELASAN DARI RASIONALISASI

1.      Konsepnya Bersifat Kompleks dan Abstrak (Hitungan dan Konsep)

Materi kelarutan dan hasil kali kelarutan secara keseluruhan mempunyai beberapa sub materi, di antaranya adalah konsep kelarutan, konsep hasil kali kelarutan, konsep pengaruh ion senama terhadap kelarutan, konsep hubungan kelarutan dengan pH larutan, serta konsep pengendapan. Konsep dari kelarutan dan hasil kali kelarutan sangat kompleks, yaitu konsep satu dengan yang lain saling berhubungan. Ketika hendak menjelaskan konsep yang terakhir (misalnya konsep pengendapan) maka terlebih dahulu harus dipahami konsep-konsep sebelumnya. Misalnya ketika akan mengeluarkan ion Ca2+ dalam air sadah, ion Ca2+ dapat dikeluarkan dengan menambahkan larutan Na2CO3. Dalan hal ini ion Ca2+ akan bergabung dengan ion CO32- membentuk CaCO3 yang merupakan garam sukar larut, sehingga akan dihasilkan suatu endapan. Jika ingin dihasilkan endapan CaCO3 maka konsentrasi dari ion CO32- harus benar-benar diperhitungkan supaya Qc (hasil kali konsentrasi) lebih besar dari harga Ksp larutan. Maka mustahil akan dapat memahmi konsep pengendapan sebelum memahami konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan.

Konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan juga cenderung bersifat abstrak sehingga dalam penyampaian konsepnya harus benar-benar tepat agar peserta didik dapat memahami konsep secara mendalam dan menyeluruh. Selain berisi konsep-konsep, materi kelarutan dan hasil kali kelarutan juga berisi hitungan. Pemahaman konsep akan lebih dipahami oleh peserta didik ketika disajikan beberapa perhitungan, sehingga konsep yang bersifat abstrak tersebut menjadi tidak abstrak lagi. Tetapi perhitungan dalam materi kelarutan dan hasil kali kelarutan tidak mungkin dapat diselesaikan jika pemahaman konsep dari peserta didik belum mendalam dan menyeluruh.

2.      Mensyaratkan Beberapa Materi Sebelumnya, Di antaranya Persamaan Kimia, pH Asam-Basa, Kelarutan dan Kesetimbangan Kimia.

Materi kelarutan dan hasil kali kelarutan mensyaratkan beberapa materi sebelumnya seperti persamaan reaksi, pH asam-basa, kelarutan dan kesetimbangan kimia. Jadi ketika mempelajari materi ini peserta didik dituntut untuk ingat dan paham materi-materi yang sudah disampaikan. Karena materi prasyaratnya cukup banyak, biasanya peserta didik menjadi bingung dan sering terbolak-balik konsepnya.

Misalnya ketika akan menuliskan persamaan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp), maka kemampuan dalam menyetarakan persamaan reaksi kesetimbangannya harus tepat karena Ksp secara umum dinyatakan sebagai perkalian konsentrasi ion-ionnya pangkat koefisien atau dapat ditulis:

Reaksi kesetimbangan : AxBy (s)      xAy+ (aq) + yBx- (aq)

Tetapan hasil kali kelarutan : Ksp = [ Ay+]x [Bx-]y

Selain itu tingkat keasaman larutan (pH) juga mempengaruhi kelarutan dari berbagai jenis zat. Pemahaman tentang pH juga dibutuhkan ketika memperkirakan kelarutan suatu zat. Umumnya suatu basa akan mudah larut dalam larutan asam dan begitu juga sebaliknya. Misalnya membandingkan kelarutan suatu senyawa Mg(OH)2 dalam akuades dan larutan dengan pH = 12. Untuk perhitungan kelarutan Mg(OH)2 dalam akuades pemahaman tentang hubungan kelarutan dan Ksp sangat dibutuhkan. Tetapi ketika menentukan kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan dengan pH = 12, maka pemahaman peserta didik untuk menentukan kembali konsentrasi dari ion OH- dari pH = 12 sangat dibutuhkan.

3.      Banyak Ditemukan Kesulitan Pemahaman Konsep Pada Peserta Didik

Berdasarkan hasil wawancara terhadap beberapa peserta didik, materi kelarutan dan hasil kali kelarutan sebenarnya bukan materi yang sulit untuk dipelajari. Tetapi mereka mengakui ketika sudah dihadapkan oleh beberapa soal tentang kelarutan, Ksp, atau pengendapan mereka kesulitan dalam mengerjakannya. Menurut mereka tahapan awal dalam penyelesaian soal membingungkan karena banyaknya konsep dalam materi tersebut sehingga terkadang dalam penyelesaiannya peserta didik kurang memperhatikan konsep yang ada. Hal ini membuktikan bahwa konsep-konsep yang ada belum secara menyeluruh dan mendalam dipahami peserta didik.

Berdasarkan wawancara pada beberapa guru kimia, mereka menyebutkan bahwa materi kelarutan dan hasil kali kelarutan masih sulit dipahami oleh peserta didik. Peserta didik belum menguasai konsep-konsep yang ada secara menyeluruh dan mendalam. Contohnya pada konsep pengaruh ion senama terhadap kelarutan. Pada konsep kesetimbangan, ketika produk ditambah konsentrasinya maka kesetimbangan akan bergeser ke arah sebaliknya. Ketika diterapkan pada penambahan ion senama pada suatu larutan garam, maka ion-ion garam yang berada pada posisi produk akan semakin bertambah konsentrasinya. Akibatnya kesetimbangan akan bergeser ke arah sebaliknya atau reaktan (asal garam). Reaktan dalam hal ini merupakan senyawa yang tak larut, sehingga ketika kesetimbangan bergeser ke reaktan maka akan semakin  memperkecil kelarutan. Tetapi pemahaman peserta didik ketika kesetimbangan bergeser ke reaktan maka kelarutan reaktan juga semakin besar.

4.      Berhubungan Erat Dengan Kehidupan Sehari-Hari

Materi kelarutan dan hasil kali kelarutan berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya pada peristiwa air sadah yang berhubungan dengan konsep pengendapan dan Ksp. Air sadah sendiri merupakan air yang mengandung kation-kation dari logam alkali tanah seperti Ca2+ dan Mg2+. Air yang bersifat sadah ini akan meningkatkan konsumsi dari sabun yang digunakan ketika mencuci baju atau mencuci piring. Hal ini dikarenakan adanya interaksi antara ion-ion penyebab kesadahan tersebut dengan molekul-molekul sabun yang menyebabkan busa sabun dan daya cucinya menurun. Selain itu, dampak yang lebih parah adalah ketika ion-ion tersebut mengendap pada saat pemanasan sehingga menghasilkan kerak-kerak pada alat pemanas seperti ketel uap, boiler, radiator, dan sebagainya. Hal tersebut mengakibatkan pendingin kurang berfungsi dan pemanasan memerlukan bahan bakar yang lebih banyak sehingga efisiensi akan menurun.

Upaya untuk mengurangi atau menghilangkan kesadahan tersebut dapat dipelajari lewat konsep pengendapan dalam materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Caranya dengan memanaskan (jika kesadahan sementara) sehingga dihasilkan endapan ion kalsium atau ion magnesium. Kalau kesadahannya tetap, maka perlu ditambahkan ion karbonat untuk mengendapkan ion kalsium dan ion magnesium dimana ion kalsium dan ion magnesium akan berikatan dengan ion karbonat membentuk endapan. Terjadinya endapan jika nilai Qc > Ksp larutan.

D.    KESIMPULAN

Kimia merupakan salah satu cabang ilmu sains yang materinya bersifat abstrak dan sulit untuk dipahami. Secara umum ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam yang secara khusus berkaitan dengan komposisi, struktur dan sifat, transformasi, dinamika dan energetika suatu zat.

Banyak materi dalam kimia yang dapat dihubungkan dengan kehidupan kita sehari-hari. Salah satu contoh materi kimia yang dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari adalah materi kelarutan dan hasil kali kelarutan.

Beberapa rasionalisasi dari materi kelarutan dan hasil kali kelarutan adalah sebagai berikut:

1.      Konsepnya bersifat kompleks dan abstrak (hitungan dan konsep)

2.      Mensyaratkan beberapa materi sebelumnya di antaranya persamaan kimia, pH asam-basa, kelarutan dan kesetimbangan kimia.

3.      Banyak ditemukan miskonsepsi

4.      Berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar